hitekno.com - Kecerdasan buatan (AI) sudah hadir, dan itu datang untuk mengancam pekerjaan Anda. Tak cuma itu, dunia pendidikan juga sedang bingung dengan adanya AI yang dipakai untuk mengerjakan tugas pelajar.
Dilansir dari NY Post, begitu menjanjikannya kemampuan alat ini, Microsoft — di tengah merumahkan 10.000 orang — telah mengumumkan "investasi multitahun, jutaan dolar" dalam teknologi revolusioner, yang semakin pintar dari hari ke hari.
Dan munculnya mesin-mesin itu membuat banyak pekerja bergaji tinggi rentan, para ahli memperingatkan.
"AI menggantikan pekerja kerah putih. Saya tidak berpikir ada yang bisa menghentikan itu," kata Pengcheng Shi, seorang dekan asosiasi di departemen komputasi dan ilmu informasi di Rochester Institute of Technology.
Dari sektor keuangan hingga perawatan kesehatan hingga penerbitan, sejumlah industri saat ini rentan, kata Shi.
Tetapi ketika AI melanjutkan kemajuannya yang menakjubkan, ia berpendapat bahwa manusia akan belajar bagaimana memanfaatkan teknologi.
Sejumlah sektor yang pekerjanya rentan terdampak antara lain adalah pendidikan, desain grafis, pengembang perangkat lunak, dan bahkan pekerjaan yang berinti pada tulis menulis, seperti jurnalis misalnya.
Terpopuler
-
Mengapa Video Instagram Tidak Selalu Bisa Diunduh? Ini Penjelasan Teknisnya
-
RUU Hak Cipta Jangan Sampai Mengorbankan Akses Informasi Publik
-
Cara Top Up Game dan Langganan Live Streaming, Gampang Banget!
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
Terkini
-
Ukuran Browser Chrome di Ponsel Makin Bengkak dan Bikin Memori Penuh? Coba Dulu Tips Berikut
-
Siapa Richard Theodore? Ini Profil dan Biodata TikToker Tuduh Pemilik Warung NTT Pembohong
-
Pep Guardiola Terpesona dengan Talenta Pemain Indonesia Ini, Ngotot Segera Rekrut
-
Ibu Virgoun Ngaku Selalu Cuma Dapat HP Bekas dari Inara Rusli, 'Dia Itu Kurang Hormat sama Saya'
-
Atta Halilintar Ngamuk Anaknya Disebut Down Syndrome oleh Netizen